Warga Tiyuh Panaragan tubaba mendesak Perdamaian Oknum warga PSHT dengan Korban di Ulang

oleh -328 Dilihat

Tulang Bawang Barat
triposindonesia.com

Sejumlah Masyarakat Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT) Kabupaten Tulangbawang Barat, provinsi Lampung melakukan protes atas proses perdamaian antara oknum warga PSHT terduga pelaku penganiayaan dan Korban anak di bawah umur.

Edyson Kepalo Tiyuh Panaragan mengatakan, bahwa aksi Protes masyarakat Tiyuh Panaragan tersebut dikarenakan kurang efektif dalam proses perdamaian secara tertulis antara terduga pelaku dan korban pada Hari Senin,(4/12/2023) kemarin.

“Jadi masyarakat tiyuh panaragan tidak menerima proses perdamaian karena pelakunya hanya satu di surat perdamaian, sementara saat kejadian pelakunya banyak, jadi masyarakat meminta agar semuanya di hadir kan ,”kata kepalo tiyuh setempat Edyson kepada awak media pada Selasa,(5/12/2023).

Masih kata Edison, atas protes  desakan masyarakat dan para Tokoh Tiyuh Panaragan maka pemerintah Tiyuh Panaragan melayangkan undangan kepada terduga pelaku dan korban 

“Kita sudah mengirimkan surat mengundang semua para terduga pelaku pengeroyokan dan korban, selain itu kita mengundang Tokoh Masyarakat,Tokoh Adat dan Tokoh Pemuda Tiyuh panaragan, lalu Babinsa serta Bhabinkamtibmas pada hari ini, Namun kedua belah pihak tidak menghadiri undangan yang sudah kita jadwalkan,” jelasnya Edyson.

Lanjutnya, upaya mediasi yang dilakukan pihak Tiyuh pada hari ini gagal untuk mengumpulkan kedua belah pihak dan para tokoh serta masyarakat, namun pemerintah Tiyuh akan melayangkan kembali yang ke ll kepada semua terduga pelaku pengeroyokan dan korban.

“Besok kita kirim kan lagi surat undangan kepada seluruh yang di maksud agar bisa hadir pada hari kamis (7/12/2023) di balai tiyuh panaragan ,” tegasnya.

Dirinya berharap agar upaya mediasi pada hari kamis nanti bisa berjalan dengan lancar dan semua yang di undang bisa hadir agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut, mengingat kejadian itu sudah viral di masyarakat banyak.

“Kalau tidak hadir lagi pada hari kamis nanti kita lihat situasi nya, semua ini atas keinginan masyarakat apa saja yang harus di lakukan kedepannya,” ujarnya.

Sementara pantauan di lokasi, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan masyarakat serta para tokoh memenuhi undangan di balai Tiyuh Panaragan dan menunggu kedatangan kedua belah pihak hingga sore hari. Masyarakat berharap agar proses hukum di Polres Tulangbawang Barat tidak di cabut terlebih dahulu sebelum adanya titik terang upaya mediasi yang di lakukan pihak Tiyuh.

Diketahui isi undangan yang di layangkan dan terjadwal pada hari ini Selasa (5/12/2023) yaitu undangan yang ditujukan kepada kedua belah pihak(seluruh terduga pelaku dan korban), Tokoh Masyarakat,Tokoh Adat,Tokoh Pemuda , LSM dan media, Babinsa serta Bhabinkamtibmas 

dengan no Surat 0161/PN-TBT/TUBABA/XII/2023 dengan agenda undangan rapat dengan dasar:1.Kejadian Pengeroyokan yang di lakukan oleh warga PSHT kepada warga Tiyuh Panaragan. 2.Pertemuan mediasi di balai Tiyuh panaragan pada hari Senin (4/12/2023)tetapi tidak menghadirkan seluruh pelaku pengeroyok oleh pengurus PSHT.3.Arahan dan masukan para Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda.

Atas dasar tersebut diharapkan kehadiran pada Selasa(5/12/2023) pukul 11.00 WIB, dalam rangka mediasi ulang atas pengeroyokan warga tiyuh Panaragan lantaran beberapa pelaku warga PSHT yang tidak hadir.

ditempat terpisah Ketua Perwakilan PSHT Lampung Supeno, membenarkan bahwa anggota perguruannya telah melakukan pemukulan terhadap remaja di bawah umur beberapa waktu lalu di Tiyuh Pulung Kencana Kecamatan Tulangbawang Tengah.

“Setelah kita cek memang benar kejadian itu, tapi sudah dilakukan perdamaian antara kedua belah pihak,” kata dia melalui pesan suara,pada Senin (4/12/2023)

Dia juga mengakui, bila perbuatan main hakim sendiri tersebut secara hukum tidak dibenarkan.

“Memang kebiasaan warga PSHT bila ada warga lain yang bukan anggotanya memakai baju PSHT ya resikonya seperti itu, walaupun secara hukum tidak dibenarkan,” ungkapnya.

Dia juga berharap agar masyarakat yang bukan anggota PSHT, untuk tidak memakai baju PSHT karena akan beresiko seperti itu.

“Ya bagi masyarakat yang bukan anggota PSHT lebih baik tidak usah memakai baju PSHT daripada resikonya panjang,” pungkasnya (is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.