Tulang Bawang Barat,-triposindonesia.com
Terkuak menu keringan Makanan Bergizi Gratis (MBG) menuai protes dari sejumlah wali murid Di SDN 22 kecamatan tumijajar kelurahan daya murni kabupaten Tulang Bawang Barat provinsi Lampung di duga milik dapur SPPG barokah dua putri naugan yayasan tuah gizi Nusantara dapat segera di evaluasi pihak BGN di khawatirkan akan berdampak merusak program nawai cita presiden Republik Indonesia Prabowo subianto.
Pasalnya saat driver Dapur SPPG barokah dua putri yayasan tuah gizi Nusantara tersebut menyerahkan menu keringan MBG yang di terima oleh siswa siswi Di sekokah kabupaten setempat tidak mencantumkan tabel kartas daftar harga dan kandugan Gizi serta porsi menu tidak sesuai standar yang telah di instruksikan oleh Wakil kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sony sanjaya
“Kami hanya pekerja driver soal tidak adanya tabel kartas menu saya tidak tahu karena tugas kami hanya mengantar menu MBG jika ada protes dari wali murid itu wewenang pihak bos kami anak pak paisol pulung kencana .ujar singkat salah satu driver MBG ,”saat di komfirmasi awak media pada rabu (4/3/2026)
Sementara berdasarkan instruksi wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menegaskan agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)dapat menampilkan informasi harga dan kandungan gizi pada setiap menu Makan Bergizi Gratis (MBG)
Namun instruksi wakil kepala BGN sony sanjaya tersebut terkesan tidak di indahkan
Di abaikan oleh Dapur satuan pelayanan pemenuhan Gizi gratis (SPPG) barokah dua putri yayasan tuah gizi Nusantara yang beralamatkan di kecamatan tumijajar kelurahan daya murni kabupaten Tulang Bawang Barat provinsi Lampung wali murid mengharapkan perlu ada penegasan kembali atau saksi tegas
Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mulai menuai kritik. Program yang digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan nutrisi anak sekolah ini dinilai belum memenuhi standar gizi yang diharapkan.
“Menu hari ini pada rabu 4 maret 2026 susu kotak kemasan kecil 1 kotak.jeruk 1 biji. Tempe 2 biji. Tahu 2 biji. Dan tidak ada
tabel kertas daftar rincian satuan harga serta ,kandungan gizi,” kata sejumlah wali murid.
Di beritakan sebelumnya
Keluhan muncul dari sejumlah wali murid siswa di SDN 22 Tumijajar, Kecamatan Tumijajar. Mereka menilai menu yang diberikan kepada siswa jauh dari kata ideal dan tidak sebanding dengan anggaran yang telah dialokasikan pemerintah
“pihak dapur SPPG yang menstribusikan makanan untuk anak kami yang sekolah
di SDN 22 tumijajar ini ,apa kurang informasi atau pura pura tidak tahu bahwa ada instruksi dari BGN .setiap SPPG wajib mencantumkan kartas tabel daftar harga makanan dan kandungaan Gizi,”kata sejumlah wali murid pada selasa (3/3/2026)
Menurut sejumlah wali murid Menu yang
di berikan pihak SPPG tersebut dinilai sangat tidak sebanding dengan anggaran MBG yang ditetapkan Jauh dari standar kecukupan gizi harian anak sekolah menu makanan keringan selama Bulan Ramadhan 1447 Hijriah yang diterima siswa siswi menunjukkan komposisi yang minim.
” Untuk kelas 1 hingga 3, menu yang diberikan hanya berupa satu butir telur ayam, satu kotak susu dan satu buah pisang. Sementara untuk kelas 4 hingga 6, menunya terdiri dari satu butir telur bebek, satu buah roti, satu kotak susu, dan satu buah pisang.dan tidak ada tebel kartas daftar harga ,”ujar wali murid
Para wali murid juga mempertanyakan adanya perbedaan menu antarjenjang kelas yang dianggap tidak memiliki dasar yang jelas. Padahal, secara teknis, menu MBG idealnya mengandung komposisi seimbang yang meliputi karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral secara proporsional.
” ahli gizi harus paham Kondisi ini memicu pertanyaan publik terkait pengawasan dan implementasi teknis di lapangan. Mengingat MBG adalah kebijakan strategis nasional yang menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar, pengawasan ketat menjadi harga mati agar kualitas SDM sejak dini benar-benar terjaga. harap wali murid
Wali murid juga mendesak agar pihak BGN serta pihak pemerintah ,DPRD serta pihak lainya dapat menindak tegas Pihak Dapur SPPG yang bertanggung jawab dalam pendistribuasian Menu MBG di SDN 22 tumijajar kabupaten setempat yang tidak mencantumkan tabel daftar harga menu dan kandungan gizi
“pihak sekolah ini juga nilai kurang responsif. Kami berharap pihak sekolah juga harus berani menyuarakan jika ditemukan menu MBG yang diberikan pihak dapur SPPG jika tidak sesuai, kepada anak kami yang semolah di sini “tukasnya
Hingga berita ini kembali diterbitkan, awak media belum berhasil mendapatkan keterangan secara resmi dari pihak dapur SPPG yang diduga naungan yayasan berokah dua putri yang mendistibusikan Manu MBG di sekolah tersebut
Namun Awak media ini masih terus berupaya menghimpun informasi atupun komfirmasi kepada pihak dapur SPPG barokah dua putri yayasan tuah gizi Nusantara melalui sambungan telpon selulernya untuk di mintai keterangan terkait keluhan wali murid agar informasi berita menjadi berimbang sayangnya pihak terkait belum juga memberikan tanggapan meski nomer Henphone dalam keadaan aktif
(*)





