Tulang Bawang Barat,-triposindonesia.com
instruksi wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menegaskan agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)dapat menampilkan informasi harga dan kandungan gizi pada setiap menu Makan Bergizi Gratis (MBG)
Nampaknya instruksi wakil kepala BGN sony sanjaya tersebut terkesan masih di abaikan oleh sejumlah Dapur satuan pelayaman pemenuhan Gizi gratis (SPPG) di Daaerah kabupaten Tulang Bawang Barat provinsi Lampung di harapkan perlu ada penegasan kembali atau saksi tegas
Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mulai menuai kritik. Program yang digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan nutrisi anak sekolah ini dinilai belum memenuhi standar gizi yang diharapkan.
Keluhan muncul dari sejumlah wali murid siswa di SDN 22 Tumijajar, Kecamatan Tumijajar. Mereka menilai menu yang diberikan kepada siswa jauh dari kata ideal dan tidak sebanding dengan anggaran yang telah dialokasikan pemerintah.
“pihak dapur SPPG yang menstribusikan makanan untuk anak kami yang sekolah
di SDN 22 tumijajar ini ,apa kurang informasi atau pura pura tidak tahu bahwa ada instruksi dari BGN .setiap SPPG wajib mencantumkan kartas tabel daftar harga makanan dan kandungaan Gizi,”kata sejumlah wali murid pada selasa (3/3/2026)
Menurut sejumlah wali murid Menu yang
di berikan pihak SPPG tersebut dinilai sangat tidak sebanding dengan anggaran MBG yang ditetapkan Jauh dari standar kecukupan gizi harian anak sekolah menu makanan keringan selama Bulan Ramadhan 1447 Hijriah yang diterima siswa siswi menunjukkan komposisi yang minim.
” Untuk kelas 1 hingga 3, menu yang diberikan hanya berupa satu butir telur ayam, satu kotak susu dan satu buah pisang. Sementara untuk kelas 4 hingga 6, menunya terdiri dari satu butir telur bebek, satu buah roti, satu kotak susu, dan satu buah pisang dan tidak ada tebel kartas daftar harga ,”ujar wali murid
Para wali murid juga mempertanyakan adanya perbedaan menu antarjenjang kelas yang dianggap tidak memiliki dasar yang jelas. Padahal, secara teknis, menu MBG idealnya mengandung komposisi seimbang yang meliputi karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral secara proporsional.
“Kondisi ini memicu pertanyaan publik terkait pengawasan dan implementasi teknis di lapangan. Mengingat MBG adalah kebijakan strategis nasional yang menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar, pengawasan ketat menjadi harga mati agar kualitas SDM sejak dini benar-benar terjaga. harap wali murid
Wali murid juga mendesak agar pihak BGN serta pihak lainya dapat menindak tegas Pihak Dapur SPPG yang bertanggung jawab dalam pendistribuasian Menu MBG di SDN 22 tumijajar kabupaten setempat yang tidak mencantumkan tabel daftar harga menu dan kandungan gizi
“pihak sekolah nilai kurang responsif.
Kami berharap pihak sekolah juga harus berani menyuarakan jika ditemukan menu MBG yang diberikan pihak dapur SPPG jika tidak sesuai, kepada anak kami yang semolah di sini “tukasnya
Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum berhasil mendapatkan keterangan secara resmi dari pihak dapur SPPG yang mendistibusikan Manu MBG di sekolah tersebut (*)







