Lokasi Lahan Dua paket Proyek milik Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Lampung di Tubaba bermasalah 

oleh -465 Dilihat

Tulang Bawang Barat
triposindonesia.com

Dua paket Proyek Pembangunan Sarana dan Prasarana Hunian Hijau Masyarakat (H2M) milik Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Lampung di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), diduga tidak sesuai perencanaan syarat penyimpangan mark up.

Betapa tidak, program bantuan Tahun Anggaran 2023 di Kelurahan Mulya Asri Lingkungan 1 RT 8, dan Lingkungan 2 RT 7, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, dengan anggaran masing-masing sebesar Rp.197 juta dengan total dua proyek  tersebut mencapai hampir 400 juta

Saat ditemui awak media dilokasi pembangunan proyek Prambumi ,Lurah Mulya Asri, mengaku proyek H2M tersebut merupakan milik Pemerintah Provinsi Lampung dikerjakan sejak bulan September dengan masa pengerjaan 45 hari kalender

“Terkait kuantitas dan kualitas bangunan, dan RAB nya seperti apa saya tidak tahu.yang jelas sebelum pekerjaan ini dimulai, pihak konsultan datang ke kelurahan menyampaikan ada dua paket proyek H2M yang akan dibangun di Kelurahan Mulya Asri dengan kriteria pembangunan akan ditempatkan di kawasan padat penduduk kemudian, sebagai syarat pembangunan, mereka meminta surat kelengkapan lahan yang bisa pinjam pakai sebagai syarat pembangunan program tersebut,” kata Prambumi. Senin (30/10/2023)

Menurut prambumi lurah mulya asri, terkait lokasi bangunan tersebut murni support dari masyarakat yang lahannya siap di bangun H2M. Bukti untuk pinjam pakai itu berupa surat keterangan dari pihak pemilik tanah dengan mencantumkan bukti kepemilikan seperti AJB (Akta Jual Beli).

“Setelah proses, didapatlah lokasi yang siap dibangun, yaitu tanah halaman milik pak Herwan di Lingkungan 1 RT 8, dan pak Didik di Lingkungan 2 RT 7. Total nilai proyek pembangunan H2M itu setahu saya per titiknya sekitar 197 juta, terdiri dari pembangunan tugu H2M, drainase, pemasangan paving block, dan wahana permainan anak-anak berupa perosotan dan ayunan,” kata Lurah Mulya Asri.

Lurah mulya asri juga membeberkan pembangunan wahana H2M di Lingkungan 1 hanya ada 2 unit perosotan dan 1 ayunan, kemudian ada juga disediakan 3 kotak sampah. Sedangkan di Lingkungan 2, perosotannya 2 unit, ayunan 2 unit dan 6 kotak sampah.

“Setelah selesai, bangunan itu akan dihibahkan ke Kelurahan, dari dua paket itu, satu diantaranya yang ada di Lingkungan 2, sudah diserahkan. Sisanya masih tertunda, lantaran bermasalah dan menurut konsultan pekerjaanya tidak sesuai atau kurang volume” kata dia

Berdasarkan hasil penelusuran dan keterangan dari masyarakat setempat lahan Proyek H2M tersebut Dibangun di Tanah yang masih diJaminankan di Bank

Selain diduga sarat Korupsi, bangunan H2M juga dibangun dilahan yang sebelumnya telah menjadi jaminan pihak Perbankan sebagai anggunan salah satu nasabah.

“Saya tidak tahu kalau ternyata lahan yang punya pak Herwan ini ada masalah hutang dan sertifikat tanah nya juga di Bank, karena memang kita tidak bertanya, cukup dengan adanya bukti kepemilikan berupa AJB saja. Jadi Kalau memang bermasalah, maka solusinya paling akan kita musyawarahkan dan disampaikan ke pihak yang berkepentingan untuk dibongkar dan dipindahkan,” kata Lurah Mulya Asri.

Sementara itu, satu di antara pekerja pada proyek tersebut yang enggan namanya disebutkan mengatakan, bahwa proyek bangunan H2M telah menjadi pekerjaan borongan senilai Rp.13 juta oleh pihaknya yang ditawarkan oleh pihak kontraktor untuk semua pemasangan atau pembangunan H2M sampai selesai.

“Kami bekerja memasang paving block, drainase, hingga tugu H2M sampai selesai,” pungkasnya.(is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.