Klinik Pratama Al-Raudah Medika  Tubaba diduga melakukan kelalaian kepada pasien

oleh -344 Dilihat

Tulang Bawang Barat
triposindonesia.com

Klinik Pratama Al-Raudah Medika  Tiuh Margakencana, Kabupaten Tulangbawang Barat diduga melakukan kelalaian sehingga nyaris menghilangkan nyawa pasiennya.

Hal itu diungkapkan Jarwati (60), warga Tiyuh Karta, keluarga salah satu pasien rawat inap yang masuk ke klinik tersebut pada Minggu (01/10/2023) 

Awalnya, kata Jarwati, putrinya La (27), masuk ke klinik tersebut pada Hari Minggu malam Senin hendak berobat karena kondisi hamil besar dan mau melahirkan. 

Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis di klinik tersebut pasien harus dilakukan perawatan (inap),” tuturnya

sayangnya, kata Jarwati, dari hari pertama pasien masuk pada malam hari hingga besok paginya tidak ada pantauan dari pihak klinik

“Sampai pagi, putri saya mengalami pendarahan dan pecah ketuban, pihak klinik tidak ada tindakan medis sama sekali,” ujarnya, Kamis (05/10/2023).

Sementara di utarakan adre suami pasien Ketika akhirnya dokter melakukan pemeriksaan terhadap pasien, dr. Wita, dari klinik langsung buru-buru membuat surat rujukan ke Rumah Sakit terdekat

” Ironisnya pihak klinik saat merujuk istri saya tidak menggunakan mobil ambulans padahal kami bero ag menggunakan asuransi BPJS Kesehatan, dimana mobil ambulan yang sudah ditanggung oleh asuransi tersebut,” cetusnya

ia menambahkan pihak keluarga sangat menyayangkan kejadian tersebut serta meminta dinas terkait dan pihak BPJS untuk melakukan kajian ulang terhadap klinik tersebut karena pihak klinik tersebut tidak bekerja secara profesional.

” klinik tersebut sering tidak ada dokter pada saat pasien akan berobat, sehingga pasien merasa terlantar. Selain itu, juga pelayanan BPJS hampir setiap hari selalu bermasalah karena dokternya selalu tidak ada.keluhnya.

Oleh karena itu,Andri berharap pihak BPJS dan Dinas Kesehatan mengevaluasi klinik tersebut karena jauh dari standar pelayanan terhadap pasien.tutupnya.

Sementara, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tulangbawang Barat, Pramono, saat di konfirmasi awak media terkait hal tersebut sampai dengan berita ini diturunkan belum memberi tanggapan terkait dengan kinerja para dokter di klinik tersebut.

Terpisah, saat ini kondisi pasien ibu melahirkan dan bayi dalam keadaan selamat setelah dilakukan tindakan medis berupa bedash sesar di RS. As-syifa. Sang ibu sudah diperbolehkan pulang pasca sesar, sedangkan bayi harus tetap dalam perawatan intensif rumah sakit 

“karena sempat terkontaminasi air ketuban saat masih dalam kandungan sebelum dilakukan tindakan sesar.”Bayinya sampai saat ini belum boleh pulang, karena masih harus dalam pengawasan dan perawatan intensif,”kata dia

Kalau ibu si bayi sudah boleh pulang dari kemarin,” ujar salah satu tenaga medis di RS tersebut, Kamis (05/10/2023).

Terakhir, keluarga pasien berharap kedepan tidak ada lagi tindakan yang tidak bertanggungjawab yang dilakukan oleh pihak penyelenggara layanan kesehatan di Kabupaten Tubaba Sehingga dapat berakibat fatal terhadap keluarga pasien

“Kita berharap ini menjadi pembelajaran bagi kita semua. Jangan sampai terulang kondisi yang dialami keluarga kami ini. Cukup ini yang terakhir di Tubaba. Maka kami minta, evaluasi menyeluruh klinik yang ada supaya dapat lebih respons dan melayani dengan hati kepada pasien,” pungkasnya (Is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.