Tulang Bawang Barat
triposindinesia.com
Ketua Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung Busroni geram menyoroti kinerja Dinas perhubungan (Dishub) yang tidak menjalankan tupoksi sebagaimana mestinya khususnya di bidang lalu lintas angkutan jalan raya.
Penilaian politisi partai Demokrat Tubaba tersebut menyikapi banyaknya jalan jalan kabupaten yang mengalami kerusakan akibat dilalui kendaraan truk tronton bermuatan melebihi kapasitas badan jalan yang hanya mempu menahan maksimal 8 ton saja.
“Tolong temen-temen kalau bertemu truk tronton fuso yang begini supaya di stop, lalu serahkan ke Dinas Perhubungan, itu guna nya disiplin jalan, karena jalan kabupaten itu bukan kapasitas tronton, itu yang merusak jalan- jalan kabupaten,” kata Busroni di dalam pesan singkat grup WhatsApp Ragam sai mangi wawai pada Jumat (17/1/2025).
Lanjut dia, mau saya dari dulu dengan kadis perhubungan jalan kan fungsi lalu lintas angkutan jalan raya, rutin adakan patroli.Tapi malah sebaliknya, hal ini malah tidak dilakukan, sampai sekarang tidak berjalan.
“Dinas Perhubungan yang dijalankan hanya nutup jalan kalau ada yang hajatan, itu-itu saja, saya minta kedepannya supaya kadisnya bener-benar punya strategi dengan menjalankan tupoksi sebagaimana mestinya agar jalan-jalan hotmix yang baru di bangun di daerah kita bisa bertahan lama,” tegasnya.
Pimpinan DPRD tiga periode tersebut juga menilai surat izin penutupan yang dikeluarkan terlalu mudah kepada masyarakat yang memiliki hajatan oleh kepala dinas perhubungan setempat tanpa mempertimbangkan akibat yang ditimbulkan selama ini.
“Main teken saja di meja mengeluarkan izin, Tenaga Kerja Sukarela (TKS) saja sudah bisa mengeluarkan ijin di Tiyuh Tiyuh (Desa), kadang saya bingung jalan main tutup-tutup saja sampai 4 hari,akibatnya para pengguna jalan terpaksa melewati jalan lingkungan yang sempit, dan karena sering dilewati kendaraan termasuk truk, jalan lingkungan juga ikut rusak,” ungkapnya.
Busroni menwkankan kepada kadishub tubaba sesekali turun ke lapangan untuk meninjau jalan-jalan kabupaten, atau melakukan patroli di sekeliling tubaba agar faham dengan situasi lapangan
“Saya pernah menganggarkan
motor patroli tapi buktinya
engak berjalan sesuai fungsinya,”
padahal lumayan Anggaran tersebut ,kami berharao jangan kebanyakkan duduk di kantor saja,”pungkasnya.(is)






