Disdikbud Tubaba Rekomendasikan Dugaan Kasus perselingkuhan oknum Guru PNS ke Inspektorat

oleh -438 Dilihat

Tulang Bawang Barat-triposindonesia.com

Dunia pendidikan dikabupaten Tulang Bawang Barat dihebohkan dugaan adanya perselingkuhan Oknum Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial RD dengan rekan kerjanya berinisial RN yang bersetatus Guru Honorer.

Akibatnya ke-dua oknum tersebut
dipanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)Kabupaten Tubaba guna dilakukan interogasi dimintai keterangan pada Senin (27/3/2023)

Kepala Disdikbud Tubaba, melalui Sekretaris Abdul Rahman,yang didampingi Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Rensi, mengatakan bahwa kedua oknum tersebut telah diundang dinas untuk diminta penjelasannya.

“Kedua oknum Itu tadi sudah kita panggil yang bersangkutan yaitu RD dan RN, bahkan berikut dengan Kepala Sekolahnya dan Pengawas. Dari pemanggilan tadi kami hanya sekedar mencari keterangan saja,” kata Abdul Rahman, didampingi Rensi, kepada media.

Menurutnya, saat dimintai keterangan dari RD, dirinya membantah bahwa telah terjadi perselingkuhan dan mengaku persoalan tersebut hanya sebatas hubungan komunikasi biasa.

“Dari keterangan RD, mengaku belum sampai pada perselingkuhan atau perzinahan hanya sebatas chat biasa, tidak ada gambar-gambar atau video intim yang pernah dikirim, tidak pernah terjadi apa-apa, melainkan hanya sebatas komunikasi biasa baik lisan maupun tulisan,” kata Abdul Rohman

Abdul Rahman seketaris Disdikbud
mengulas ,Dugaan chat atau pesan percakapan mesra pada phonsel kedua oknum yang sama-sama telah memiliki pasangan suami istri tersebut, RD dan RN mengaku percakapan biasa.

“Chatan mesra itu sudah kita print, tetapi saat kita tanya, mereka mengaku hanya sebatas guyonan saja, karena komunikasi seperti itu biasa dilakukan dengan teman atau rekan-rekan yang lainnya juga,” Tuturnya.

Lanjutnya, atas pengakuan RD dan RN yang menurut keduanya hal biasa, Disdikbud belum bisa menyimpulkan apakah keterangan tersebut benar atau sengaja mengarang ataupun sandiwara belaka

“Yang pasti persoalan itu nanti ditindaklanjuti pihak Inspektorat tubaba apakah ada indikasi perselingkuhannya atau tidak, apakah melanggar aturan atau bagaimana. Karena dari hasil pemanggilan yang kita lakukan ini, sudah langsung kita siapkan laporannya untuk kita naikkan ke Inspektorat pada hari ini juga,”tambahnya.

Ditegaskan Sekretaris Dinas tersebut, Disdikbud berharap
agar Inspektorat Tubaba dapat melakukan pemeriksaan lebih jauh terhadap keduanya yang diduga sudah berselingkuh dan melanggar aturan, agar segera ditemukan titik terangnya.

“Mengingat RD merupakan seorang Guru PNS yang mengajar di salah satu SMP di Kecamatan Tulang Bawang Tengah, dan RN juga seorang Guru Honorer ditempat yang sama. Dugaan kasus ini mencoreng nama baik dunia pendidikan,tegasnya.

Abdul Rohman, mengemukakan
keduanya sama-sama memiliki pasangan keluarga masing-masing
pihaknya berharap persoalan tersebut dapat segera di selesaikan.

“Ini menjadi pelajaran juga bagi yang lain agar dalam pergaulan itu sewajarnya saja, jangan sampai menimbulkan kecurigaan apalagi kalau sampai benar misalnya terjadi perselingkuhan,”tutupnya.

menyikapi informasi tersebut mendapatkan Reasi tanggapan
Dari komisi lll anggota DPRD Tubaba, Paisol,meminta instansi terkait dapat mengusut tuntas kasus dugaan perselingkuhan
yang dilakukan oleh kedua Oknum tersebut.

“Jika itu benar terjadi perselingkuhan, bukan hanya dipecat, kita minta juga agar Oknum Guru itu dipidana sesuai aturan yang berlaku, kita dari DPRD siap jika memang dibutuhkan untuk mendampingi ke Aparat Penegak Hukum (APH),” kata Paisol, Jum’at (24/3/2023)

Menurutnya, perilaku kedua Oknum Guru tersebut, seharusnya menjadi panutan yang baik bagi pelajar, bukan justru memberi contoh yang tidak baik, apalagi keduanya telah memiliki pasang suami istri yang sah.

“Tidak pantas jika sampai ada pesan yang bertuliskan kalimat sayang sayang antara keduanya yang bukan pasangannya.Chat mesra dan pengakuan dari Oknum tersebut yang sudah menjalani hubungan perselingkuhan dari Oktober 2022 lalu. Kami tegaskan agar instansi terkait jangan landai

segera usut tuntas, dan segera berikan sanksi yang tegas.Kita tidak mau ada Oknum Guru yang mencoreng nama baik pendidikan jika benar ada selingkuhannya juga harus diberi hukuman,”pintanya

Sementara Diberitakan sebelumnya Oknum PNS dan Honorer di Tubaba, Diduga telah Berselingkuh Enam Bulan.

Oknum Guru Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial (RD) di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung dengan status beristri, diduga berselingkuh dengan pegawai non ASN, berinisial (RN) yang juga bersuami.

Kedua oknum tersebut bekerja disatu tempat, dilingkungan pendidikan menengah pertama di Kecamatan Tulang Bawang Tengah, dan menjalin hubungan terlarang selama enam bulan.

Berawal dari istri (RD), berinisial (SM) hendak memposting sesuatu ke Instagram miliknya melalui laptop dan kemudian tidak dapat mempostingnya, lalu istri (RD) mengirim dokumen tersebut ke handphone milik (RD).

Saat membuka ponsel suaminya, (SM) mencurigai sebuah percakapan mesra suaminya dengan kontak WhatsApp seorang perempuan berinisial (RN).

“Tiba-tiba saya lihat ada chat dengan perempuan, pas saya buka, kok ada bahasa sayang-sayangan, ‘sayang lagi apa’, ‘lagi sakit ya’, ‘dari kapan’ dan itu pokoknya tidak wajar, saya langsung deg-degan disitu

Ternyata sudah enam bulan punya hubungan, dan ternyata setiap chatnya langsung di hapus. saya tanya sambil emosi dengan suami saya dan akhirnya dia mengaku.” pengakuan (SM) saat ditemui di tempat tinggalnya.

Usai (SM)mendapatkan pengakuan hubungan perselingkuhan suaminya dengan (RN), Istri (RD) tersebut bergegas menghubungi (RN) melalui sambungan telepon selulernya, guna mengklarifikasi percakapannya, namun pada waktu yang sama (RN) kepergok suaminya yang berinisial (W).

“Kenapa ganggu suami saya, WA saya tidak dibalas tidak dibaca, ditelpon tidak diangkat. Kemudian saya bilang ke suami saya setelah kesekolah, nanti kita ke tempat RN, tidak lama suami RN nelpon dan dari situ suami RN juga baru tahu

Mungkin suami saya ngabari RN, ngasih tahu kalau saya mau ke rumahnya, mungkin pas teleponan sumput-sumputan, dan suami RN mungkin curiga, akhirnya ketahuan.” ungkap istri (RD)

Lanjutnya, setelah (RN) dicurigai suaminya yang berinisial (W) dan ketahuan memiliki hubungan terlarang dengan (RD), (W) lantas mengambil handphone istrinya mencari kontak dan menghubungi istri RD.

“Saya pikir RN sudah cerita ke suaminya, makanya suaminya menghubungi saya. Lalu saya bilang saya nanti ke sana, sampai dirumah RN ternyata suaminya memang baru tahu RD dan RN punya hubungan, dan suami RN emosinya memuncak dan marah besar Saat disana saya sempat berucap ke suami saya, saya tanya pilih saya apa RN, memang sempat mau ngucapin pilih RN lalu berubah nyebut saya” kata (SM).

Ditempat yang sama, RD juga mengaku khilaf dan telah berbuat salah, berhubung dengan istri (W) dan menjalin kemesraan selama enam bulan. Atas pengakuan suami (SM) tersebut (RD) berharap, suami (RN) dapat memaafkannya.

“Saya mengaku, memang saya punya hubungan dengan RN, saya merasa memang dalam keluarga saya sendiri ada yang tidak nyaman, tetapi jika dengan RN saya merasa nyaman

Saya berhubungan dengan RN sejak bulan oktober 2022. Saya mengaku dan menyadari itu perbuatan salah dan saya sampaikan permohonan maaf.” dengan entengnya RD mengakui kesalahannya.

Menurut (RD) dirinya pasrah dengan segala konsekuensi yang harus dijalaninya meskipun harus terjerat hukum bahkan kehilangan status Pegawai Negerinya.

“Saya mengaku salah, dan saya pasrah dengan segala konsekuensi atas perbuat saya, meskipun saya harus kehilangan pekerjaan saya” ungkap (RD).

Penelusuran media, pada Senin (20/3/2023), (RN) merupakan tenaga honorer yang telah memiliki suami dan telah dianugerahi seorang anak, pada kondisi yang sama (RD) juga telah beristri dan memiliki seorang buah hati.

Sementara itu, (W) yang berstatus suami sah (RN), mengembalikan (RN) kepada orang tuanya.

“Sulit saya bayangkan, coba jika masalah ini berada pada posisi kalian sebagai seorang suami,saya yang napkahi istri saya, saya yang jalani hidup sebagai suami

tetapi ada laki-laki lain ikut nikmati. Ini kacau mas, ini berantakan, mereka harus tanggung jawab
atas perbuatan ini” kata W saat diwawancarai media pada Senin (20/3/2023)

W tengah mengumpulkan bukti perselingkuhan istrinya dengan (RD), mulai dari bukti percakapan transaksi elektronik hingga bukti tertulis pengakuan atas perbuatan (RD).

“Kejadian ini akhirnya memutuskan niat saya untuk berpisah dengan istri saya. Mata hati dan pikiran saya tertutup dan terbayang dengan apa yang dilakukan RD dan istri saya RN di luar. Semua bukti percakapan mesra keduanya saya siapkan”tukasnya (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.