Lampung Timur,’triposindonesia.com
Ketua pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD-IWO) kabupaten Lampung
Timur Azohirri menyoroti kegiatan rehab pemeliharaan /tambal sulam ruas jalan Negeri Tua – tanjungkari milik Dinas PUPR Propinsi Lampung Tahun Anggaran 2025 terindikas dikerjakan secarai asal -asalan
Azohirri ketua iwo lamtim meminta pihak Aparat penegak hukum kejati lampung harus berani mengambil sikap tegas sebagai bentuk dukungan terhadap nawa cita Presiden Prabowo – Gibran untuk memberantas korupsi.
“Rehab jalan Tanjung kari – Negeri Tua seharusnya sudah berstandar Nasional karena ini jalan akan dilalui untuk menuju bendaungan Marga tiga,sebelum dikerjakan seharusnya digali terlebih dahulu dengan kedalaman kurang lebih 15 CM akan tetapi paktanya ini hanya di gali hanya sekitar 5 CM,ini harus menjadi perhatian serius APH dilampung, ucap. Azohirri
Dirinya juga berharap kepada kejati lampung
Dapat turun langsung ke Lampung Timur untuk melihat pekerjaan asal -asalan upaya mencegah terjadinya penyimpangan dalam pekerjaan tersebut
“baiknya kejati lampung membentuk tim cek kegiatan ini,warga lampung timur mendesak agar kegiatan ini dikerjakan dengan baik agar bisa bertahan lama dan memberilan azaz manfaat bagi masyarakat lampunv timur ,bila perlu di bongkar ulang kerjakan dari titik awal,” pintanya.
Sementara menurut mantan kontraktor senior, Samsudin dikonfirmasi oleh awak media terkait pemeliharaan jalan yang ada
di ruas jalan Tanjung Harapan kabupaten Lampung Timur masuk dalam anggaran pemeliharaan rutin anggaran daerah setiap tahun.
Membahas teknis nya, Samsudin menjelaskan bahwa itu tergantung perencanaan, apakah pemeliharaan tersebut hanya tambal sulam atau ada yang pemeliharaan total.
” kalau yang saya lihat kemarin kan sepanjang jalur yang sampai ke Tanjung
kari ini kan mereka “Pecing”, namun untuk ketebalannya kan belum tahu, tapi minimal harus 3 sampai 4 senti, kemudian tingkat pemadatan saya melihat mereka menggunakan tendem”.jelasnya lagi.
Namun menurut Samsudin Pecing tidak menggunakan TR ( Tandem Roller) , sehingga kepadatannya tidak maksimal, ” harus pakai TR walau pun pemeliharaan berkala”.tambahnya.
Samsudin menjelaskan bahwa kalau bicara hotmik nya tidak bisa hanya pakai Tandem saja, ” harus pakai TR, karena untuk kepadatannya harus pakai TR”.jelasnya.
” Pertanyaannya kepada Provinsi adalah pemeliharaan rutin atau berkala ini pecing nya sampai dengan ketebalan berapa”.jawabnya.
Pekerjaan pemeliharaan oleh Provinsi sangat mencurigakan dari segi ketebalannya, ” kalau saya lihat saya lewat tadi itu mungkin hanya sekitar 2 senti, seharusnya kalau sekelas jalan Provinsi harus ketebalan 3 sampai 4 senti”.jelas Samsudin. (*)





