IWO Lamtim Soroti Oknum Mengaku Wartawan, Kepala Sekolah dan Kepala Desa Diminta Berani Melapor

oleh -108 Dilihat

Lampung Timur-triposindonesia.com

Maraknya keluhan kepala sekolah dan kepala desa di Kabupaten Lampung Timur terkait ulah oknum yang mengaku sebagai wartawan menjadi perhatian serius ketua pengurus Daerah Ikatan wartawan online PD IWO kabupaten lampung timur

Menurut informasi yang di himpun Oknum tersebut disebut mendatangi sekolah maupun pemerintahan desa dengan
dalih melakukan konfirmasi atau mempertanyakan penggunaan anggaran. Namun, dalam sejumlah keluhan yang disampaikan, kedatangan mereka justru berujung pada permintaan sejumlah uang atau imbalan.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mencoreng nama baik profesi wartawan sekaligus mengganggu kerja jurnalistik yang seharusnya berpedoman pada etika dan ketentuan Undang-Undang Pers.

Wartawan senior sekaligus Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung Timur, Azoheri ZA, menegaskan bahwa wartawan profesional tidak seharusnya menggunakan profesinya untuk mencari keuntungan pribadi dengan cara meminta uang kepada narasumber.

“Saya meminta kepada seluruh kepala sekolah dan kepala desa di Lampung Timur untuk tidak memberikan apapun kepada oknum wartawan abal-abal, walaupun satu rupiah. Perbuatan seperti ini sangat mengganggu kinerja sekaligus mencoreng nama baik kawan-kawan pers yang benar-benar menjalankan profesinya sebagai wartawan,” tegas Azoheri kepada awak media di kantornya, Jalan Lintas Timur, Sukadana, Lampung Timur, Selasa (29/9/2026).

Pria yang akrab disapa Ayah Heri itu juga mengimbau para kepala sekolah dan kepala desa agar tidak takut menghadapi oknum yang mengatasnamakan pers.

Menurutnya, apabila terdapat pihak yang mengaku wartawan kemudian melakukan tekanan, intimidasi, atau meminta uang dengan mengaitkannya dengan pemberitaan, pihak yang merasa dirugikan dapat mendokumentasikan kejadian tersebut dan melaporkannya kepada aparat penegak hukum.

“Kepada seluruh kepala sekolah dan kepala desa, jangan ragu untuk merekam dan melaporkan apabila menemukan oknum seperti itu kepada Bhabinkamtibmas, Polsek, atau aparat penegak hukum terdekat. Saya meminta APH menindak tegas apabila memang ditemukan pelanggaran hukum, sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Azoheri menegaskan, keberadaan oknum yang menyalahgunakan identitas wartawan tidak boleh dibiarkan karena dapat menimbulkan persepsi buruk terhadap seluruh insan pers.

Ia berharap masyarakat maupun instansi pemerintah dapat membedakan antara kerja jurnalistik yang dilakukan secara profesional dengan tindakan oknum yang mengatasnamakan wartawan untuk kepentingan pribadi.

“Jangan sampai ulah oknum abal-abal ini mengganggu roda pembangunan di Bumei Tuwah Bepadan Lampung Timur. Pers harus menjadi mitra kritis pemerintah dan masyarakat, bukan menjadi alat untuk menekan atau mencari keuntungan pribadi,” tegasnya.

Ketua iwo lampung timur kembali mengingatkan pentingnya menjaga situasi Lampung Timur agar tetap aman dan kondusif sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik.

“Pemerintah daerah di bawah komando Ela Siti Nuryamah dan Azwar Hadi sedang berupaya membangun Lampung Timur agar menjadi daerah yang aman dan kondusif. Kondisi yang aman tentu penting untuk mendorong masuknya investasi dari dalam maupun luar negeri,” pungkasnya. (*)

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.